081215164242
081215164242
081215164242
REQ ADMIN

Efek Samping Obat Aborsi Misoprostol

Tuesday, February 7th 2017. | Artikel

Kita pernah membahas obat Misoprostol yang cukup aman digunakan untuk menggugurkan kandungan. Misoprostol sendiri bersifat analog prostaglandin. Lalu apa hubungannya dengan aborsi? Hal ini karena dinding rahim sangat sensitif terhadap prostaglandin. Ketika ada peningkatan prostaglandin dalam tubuh dengan sendirinya rahim akan berkontraksi. Selanjutnya rahim akan mengeluarkan hasil konsepsi dimana prosesnya sangat mirip dengan keguguran tak disengaja.

Efek Samping Obat Aborsi Misoprostol

Efek Samping Obat Aborsi Misoprostol

Efek samping menggugurkan kandungan dengan obat misoprostol sangat rendah. Umumnya hanya perdarahan diikuti mual dan pusing. Obat ini secara efektif bekerja 4-12 jam pasca dikonsumsi. Namun reaksi yang dirasakan umumnya berbeda-beda. Ada yangsudah merasakan kram pasca dosis pertama namun ada juga yang baru merasakan kram pasca dosis kedua dan ketiga.

Ciri-ciri Reaksi Obat Aborsi

Kram adalah gejala awal obat aborsi mulai bereaksi. Kram kemudian diikuti perdarahan berwarna merah segar kadang kecoklatan. Ketika obat aborsi bereaksi perempuan akan kehilangan banyak darah. Tak hanya darah layaknya darah menstruasi namun ada semacam gumpalan-gumpalan yang ikut keluar. Volume darah yang keluar biasanya tergantung dari usia kehamilan. Dalam hal ini kemungkinan kantung kecil serta beberapa jaringan dalam rahim ikut keluar.

Reaksi obat misoprostol pada usia kehamilan dibawah 6 minggu hanya berupa darah dan gumpalan. Ketika usia kehamilan diatas 9 minggu mungkin darah akan disertai gumpalan, kantung dalam darah bahkan embrio. Perlu diketahui, embrio sudah berukuran 2,5 cm ketika kehamilan berusia 8-9 minggu.

Efek samping Selain Perdarahan

Kram dan perdarahan adalah gejala efek samping obat aborsi pasca dikonsumsi. Selain itu biasanya muncul efek samping susulan seperti diare, mual, muntah, demam, menggigil, lemas dan sakit kepala. Efek samping susulan ini hanya terjadi pada beberapa kasus. Artinya tidak semua perempuan yang melakukan aborsi merasakannya.

Efek samping obat aborsi yang paling mudah dirasakan yaitu munculnya rasa nyeri. Untuk meredakan nyeri, mengonsumsi jenis obat ibuprofen dan paracetamol adalah pilihan yang tepat. Jika aborsi menggunakan Misoprostol maka efek samping lainnya adalah alergi terhadap salah satu komponen obat. Alergi yang dimaksud berupa rasa gatal, mati rasa dan iritasi pada kulit dibagian tubuh tertentu. Namun tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena alergi Misoprostol cenderung ringan.

Perdarahan Bukan Berarti Aborsi Selesai

Efek samping obat aborsi berupa perdarahan biasanya berlangsung selama 2 minggu. Namun dalam beberapa kasus perdarahan bisa lebih lama atau justru lebih pendek. Secara umum siklus menstruasi akan kembali normal 4-6 minggu pasca aborsi.

Yang harus digarisbawahi, kram, nyeri, atau perdarahan bukan jaminan aborsi sukses atau telah selesai. Dalam hal ini perlu diketahui hasil konsepsi yang sudah keluar. Seperti yang disebutkan sebelumnya konsepsi hasil aborsi berupa darah, gumpalan darah, kantung kehamilan bahkan embrio.

Pengecekan perlu dilakukan untuk memastikan apakah kehamilan masih berlangsung atau tidak. Jika aborsi berhasil biasanya gejala-gejala yang mengarah pada kehamilan mulai berkurang secara bertahap. Hasil yang akurat tentu hanya bisa didapat dengan tes USG 10 hari pasca obat aborsi dikonsumsi.

3 minggu pasca aborsi secara medical bisa juga dilakukan tes kehamilan. Ada sedikit kasus dimana 3 minggu setelah minum obat aborsi kehamilan juga tetap berlangsung. Bahkan setelah perdarahan. Hal ini karena hormon-hormon masih ada dalam darah di rahim. Efek samping obat aborsi misprostol sudah dibahas, namun solusi untuk incomplete abortion mungkin bisa ditingkatkan dosis penggunaannya.

tags: , ,

Artikel lain Efek Samping Obat Aborsi Misoprostol