081215164242
081215164242
081215164242
REQ ADMIN

Resiko Aborsi Bagi Wanita Hamil

Tuesday, December 6th 2016. | Artikel

Sebagian besar wanita mungkin tidak ingin menggugurkan kandungan. Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan kehamilan maka aborsi terpaksa dilakukan. Ini memang pilihan berat karena resiko menggugurkan kandungan sangat besar bahkan nyawa kadang harus dipertaruhkan.

Meskipun sangat memahami dampak negatif aborsi namun masih banyak wanita yang menempuh cara ini dengan alasan masing-masing. Hamil karena ‘kecelakaan’, belum siap memiliki momongan, atau menderita penyakit tertentu adalah mayoritas alasan mereka yang memutuskan untuk melakukan aborsi.

Aborsi Aman dengan Misoprostol

Bagi wanita yang bermaksud menghentikan kehamilan dengan cara aborsi jenis obat Misoprostol bisa jadi solusi. Obat ini mampu meminimalisir resiko aborsi karena lebih aman dengan tingkat keberhasilan hingga 98%. Dengan kata lain efek atau akibat aborsi dengan obat Misoprostol sangat minim dibanding menggunakan cara lain.

Resiko Aborsi Bagi Wanita Hamil

Resiko Aborsi Bagi Wanita Hamil

Cara aborsi dengan obat jenis Misoprostol relatif aman selama wanita tidak menderita penyakit serius. Resiko aborsi cenderung lebi besar jika wanita menderiat kelainan jantung, asma, anemia berat dan beberapa penyakit kronis lainnya. Selain akibat aborsi tidak bersih wanita dengan beberapa penyakit tersebut berisiko mengalami perdarahan berat.

Kapan Misprostol Tidak Boleh Digunakan?

Aborsi menggunakan Misoprostol relatif aman bagi wanita yang tidak memiliki penyakit serius. Penggunaannya juga tidak memerlukan pendamping atau pengawasan medis. Namun ada saat dimana aborsi tidak disarankan menggunakan Misoprostol jika wanita mengalami beberapa hal berikut ini.

  • Hamil Etopik ( Hamil Di Luar Kandungan)

Yang disebut kehamilan etopik adalah jenis kehamilan yang tidak terjadi dalam kandungan melainkan di saluran tuba, di tanduk rahim (kornu) atau bahkan di dalam perut. Jenis kehamilan etopik sendiri hanya bisa dideteksi melalui rekam USG. Jika terjadi kehamilan etopik yang wajb melakukan penanganan hanya dokter ahli ginekolog atau ahli kandungan. Kehamilan etopik sangat berisiko pada wanita dimana jika dibiarkan membesar bisa mengakibatkan perdarahan bagian dalam yang sangat parah.

  • Memakai Alat Kontrasepsi Spiral (IUD)

Resiko aborsi pada wanita hamil yang menggunakan alat kontrasepsi spiral bisa jadi sangat buruk. Alat kontrasepsi spiral atau IUD ini merupakan alat kontrasepsi berukuran sekitar 3 cm yang ditanam dalam rahim guna mencegah kehamilan. Jika terjadi kehamilan sementara Anda masih menggunakan IUD maka sebaiknya segera melakukan rekam USG. Hal ini penting sebab kemungkinan besar kehamilan yang Anda alami adalah jenis kehamilan etopik. Jika memang kehamilan positif dalam kandungan maka IUD harus dikeluarkan terlebih dulu sebelum aborsi dilakukan.

  • Alergi Terhadap Komposisi Obat Misoprostol

Kasus alergi terhadap salah satu atau beberapa komposisi Misoprostol sebenarnya sangat jarang terjadi. Alergi hanya bisa diketahui jika Anda pernah mengonsumsi obat lain dengan komposisi nyaris sama. Jadi cukup sulit mendeteksi terkait risiko alergi kecuali Anda merasakan alergi pasca mengonsumsi Misoprostol.

Apakah Ada Resiko Gagal Jika Aborsi Menggunakan Misoprostol?

Pertanyaan tersebut sangat manusiawi sebab resiko aborsi yang gagal sangat tidak sebanding dengan pengorbanan yang Anda lakukan. Resiko aborsi gagal dengan Misoprostol memang ada namun sangat kecil mengingat tingkat keberhasilannya mencapai hampir 100%.

Jika setelah mengonsumsi Misoprostol (sekitar 1 jam) tidak terjadi perdarahan maka bisa dipastikan aborsi gagal. Namun begitu meski terjadi perdarahan belum bisa dikatakan aborsi tersebut berhasil. Anda bisa kembali mengonsumsi obat Misoprostol beberapa hari kemudian namun resiko gagal tetap ada tapi kemungkinannya sangat kecil.

Perlu diketahui, resiko aborsi yang gagal bisa menyebabkan cacat fisik pada janin apabila kehamilan diteruskan. Selain cacat fisik seperti kelainan bentuk kaki atau tangan, aborsi yang gagal juga berisiko menyebabkan kelainan syaraf. Jadi sebaiknya Anda pertimbangkan matang-matang faktor risiko dan untung ruginya sebelum memutuskan menghentikan kehamilan dengan aborsi.

Incoming search terms:

  • akibat aborsi tidak bersih
  • faktor resiko oborsi
tags: , , ,

Artikel lain Resiko Aborsi Bagi Wanita Hamil